Wednesday, May 7, 2014

Seri Orang Terkaya di Indonesia 2014 – The Nin King (Peringkat 45)

Bisnis itu harus berhati-hati – The Nin King, Orang Terkaya ke 45 di Indonesia

Ada beberapa nama baru yang berhasil masuk 50 besar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Salah satunya adalah The Nin King, bos dari Argo Manunggal Group yang mempunyai kekayaan sebesar 650 Juta Dollar atau kurang lebih 7 Trilliun Rupiah, menempati posisi nomor 45 di daftar orang terkaya di Indonesia. Berbeda dengan Sandiaga Uno, profil orang terkaya yang kita bahas sebelumnya, The Nin King hampir tidak pernah diliput oleh media. Beliau memang termasuk salah satu pengusaha yang tidak banyak bicara di depan publik, namun kiprahnya terus membaik.

Ayah The Nin King asli dari Fujian, China, bermigrasi ke Bandung pada tahun 1910an. The Nin King lahir di Bandung pada tahun 1931, sampai akhirnya bersama ayahnya pindah dan mendirikan toko tekstil di Jakarta sekitar tahun 1938. Kiprah bisnis The Nin King memang bisa dibilang dimulai dari usia yang sangat muda, 17 tahun. Beliau belajar bisnis dari ayahnya, sampai akhirnya mencintai dan tertarik di dunia bisnis. Pada tahun 1961, atau ketika usianya 30 tahun, The Nin King memberanikan diri membangun pabrik tekstil pertamanya.
Usaha pabrik pertama ini berjalan sangat lancar, hampir menguasai semua pulau Jawa untuk kategori produksi tekstil, benang, kain, sleeping bag, hingga tenda. Karena merasa sudah menguasai Pulau Jawa, beliau mendirikan PT Argo Pantes, cikal bakal Argo Manunggal Group pada tahun 1977. Begitu lancarnya bisnis ini membuat Argo Pantes mampu menembus pasar saham tahun 1999. Tidak hanya puas di tekstil, The Nin King mengembangkan bisnisnya di bidang real estate, baja, ungags, asuransi, sampai konstruksi industry. Beliau berhasil memberikan pekerjaan pada 25 ribu orang melalui bisnis-bisnisnya.

Namun, perjalanan bisnis beliau tidak selalu lancar. Pada medio 1997 dan 1998, Indonesia terkena dampak krisis moneter. Bagi perusahaan Indonesia yang mempunyai utang dalam bentuk dollar, terkena dampaknya. The Nin King yang memiliki Bank Danahutama terkena imbasnya. Danahutama ditutup pada tahun 1994. The Nin King tidak patah arang, perlahan beliau membangun ulang bisnisnya, melakukan restrukturisasi besar-besaran pada bisnis tekstil, serta akhirnya berhasil membayar lunas utangnya pada tahun 2004.

Ketika ditanya mengenai apa hal yang beliau pelajari ketika terkena krisis moneter, The Nin King berkata, “Ke depan, kita harus lebih berhati-hati dan lebih berhati-hati.” Krisis moneter memang tidak membuatnya bangkrut, namun malah berhasil mempengaruhi caranya menjalankan bisnis, lebih perhitungan dan berhati-hati. Kini, menurut Bloomberg, The Nin King mendapatkan kenaikan kekayaan yang luar biasa setelah PT Alam Sutera Realty membangun kota mandiri di Jakarta Barat, dengan 30 cluster dan 500 rumah tiap cluster. Belum lagi saham besar di PT Bekasi Fajar Industrial Estate, mengontrol kawasan industry terbesar di Indonesia bersama perusahaan Jepang. Kenaikan harga saham dua perusahaan tersebut yang berhasil mengatarkan The Nin King masuk 50 besar orang terkaya di Indonesia tahun ini

- Sumber: http://studentpreneur.co/seri-orang-terkaya-di-indonesia-2014-the-nin-king-peringkat-45


Seri Orang Terkaya di Indonesia 2014 – Soetjipto Nagaria (Peringkat 50)

“Komitmen pada konsumen itu penting. Kalau janji harus ditepati, kalau konsumen ada masalah harus kita bantu, sampai akhirnya ada kepercayaan konsumen”
Soetjipto Nagaria – Pendiri Summarecon dan Orang Terkaya ke 50 di Indonesia

Majalah Forbes kembali mengeluarkan data terbaru mengenai orang terkaya di Indonesia. Banyak sekali nama-nama baru yang muncul. Mulai hari ini, Tim Studentpreneur akan membahas satu per satu kisah sukses serta rahasia bisnis yang dipunyai oleh pebisnis-pebisnis paling cerdas di Indonesia. Seri pertama kami akan membahas tentang Soetjipto Nagaria, pendiri Summarecon sekaligus orang terkaya di Indonesia peringkat 50 dengan total kekayaan 390 Juta Dollar atau lebih dari 4 Trilliun Rupiah. Sebenarnya, bagaimana kisah sukses dari Soetjipto Nagaria ini?

Keberhasilan dari Pak Tjip, panggilan akrabnya, tidak lepas dari keberaniannya untuk mendirikan Summarecon ketika masih sangat muda. Seperti yang kita semua ketahui, Summarecon berhasil menjelma menjadi salah satu grup property yang paling disegani di Indonesia. Kehebatan Summarecon mengubah sampah menjadi emas dapat terlihat dari mengubah rawa-rawa di daerah Kelapa Gading menjadi pusat hunian dan bisnis modern di Jakarta. Tidak puas hanya di Jakarta, Summarecon melakukan pengembangan di Tangerang, Serpong, Bekas, Banten, Jawa Barat, dan hampir semua daerah di Indonesia. Apa yang mereka jual selalu laris.

Pak Tjip ketika muda mendapatkan pendidikan yang sangat baik. Menghabiskan waktu dari kecil sampai SMA di Jakarta Barat, beliau melanjutkan kuliah di jurusan Teknik Kimia ITB Bandung. Lulus dari ITB, Pak Tjip sempat bekerja di pabrik cat sebelum akhirnya urunan bersama beberapa temannya membeli rumah-rumah di daerah Tebet, Kemang, dan Cipete serta mendirikan perusahaan property pertamanya. Menanjaknya karir property beliau dimulai pada tahun 1975 ketika bersama salah satu keluarga besar temannya membangun Summarecon di Kelapa Gading yang ketika itu masih daerah rawa-rawa. Keberanian ini ternyata berbuah besar, Summarecon sukses besar di Kelapa Gading. Setelah keluarga temannya memutuskan keluar pada tahun 1992, maka resmi Soetjipto menjadi pemegang saham terbesar di Summarecon.

Ketika ditanyai tentang rahasia suksesnya, Pak Tjip menekankan pada pentingnya komitmen. “Komitmen pada konsumen itu penting. Kalau janji harus ditepati, kalau konsumen ada masalah harus kita bantu, sampai akhirnya ada kepercayaan konsumen untuk Summarecon,” ucap Pak Tjip dalam salah satu wawancara dengan media Jakarta. Secara singkat, kalau Summarecon membuat janji, pasti ditepati. Pak Tjip tidak malu mengakui bahwa beliau belajar dari dua perusahaan asing, Mirvac dari Australia serta Sun Hung Kai dari Hong Kong. Beliau mengagumi keberhasilan dua perusahaan tersebut untuk bertahan dan tetap laris di tengah situasi ekonomi yang sedang berat.

Pak Tjip juga menekankan pada pentingnya budaya perusahaan, terutama soal kepribadian. Meskipun kesannya ikut campur, beliau tidak mengizinkan karyawan melakukan kecurangan dalam keluarga, seperti selingkuh contohnya. Karyawan juga tidak diizinkan untuk menerima komisi. Dengan ini, hubungan Summarecon dengan supplier terjaga dengan baik, termasuk kualitas bahan-bahan dari supplier juga selalu bagus. Summarecon tidak pernah mengulur pembayaran pada supplier, membuat partner mereka selalu senang. Pak Tjip sangat percaya bahwa apabila beliau melakukan hal yang baik, maka akan menerima hal yang baik pula.

Studentpreneur ingin menutup artikel ini dengan filosofi hidup Pak Tjip yang luar biasa. Beliau merasa bahwa hidup itu harus sungguh-sungguh, belajar sungguh-sungguh, bekerja sungguh-sungguh, dan menjadi orang yang berguna bagi masyarakat. Pak Tjip merasa bahwa keberhasilannya juga merupakan sumbangsih dari masyarakat, oleh karena itu dia juga aktif di berbagai kegiatan social Tzu Chi yang menolong kemanusiaan tidak peduli apa agama dan sukunya. Ada beberapa project CSR dari Summarecon yang disalurkan melalui Tzu Chi seperti pembangunan 1000 rumah untuk orang-orang yang digusur dari Kali Angke, 2500 rumah untuk korban tsunami Aceh, serta asrama untuk ribuan anak yatim piatu.

Sobat Studentpreneur, bagaimana pendapat kalian tentang Pak Tjip? Apa yang kalian pelajari dari beliau?

- Sumber: http://studentpreneur.co/seri-orang-terkaya-di-indonesia-2014-soetjipto-nagaria-peringkat-50


Tuesday, May 6, 2014

Seri Orang Terkaya di Indonesia 2014 – Arifin Panigoro (Peringkat 49)

Seri orang terkaya di Indonesia 2014 kali ini akan membahas tentang profil Arifin Panigoro, bos Medco sekaligus orang terkaya ke 49 di Indonesia dengan total kekayaan yang diperkirakan sekitar 400 Juta Dollar atau lebih dari 4 Trilliun Rupiah. Buat Sobat Studentpreneur yang menyukai sepakbola, nama Arifin Panigoro juga pasti tidak asing. Ya, beliau adalah penggagas IPL untuk menjadi liga saingan ISL sehingga menyadarkan PSSI tentang sepakbola yang lebih professional. Meskipun IPL akhirnya dibubarkan oleh PSSI, ada kabar bahwa PSSI telah menerima sumbangan sebesar 40 Juta Dollar atau lebih dari 400 Milliar Rupiah dari konsorsium pengusaha yang dipimpin oleh beliau agar sepakbola Indonesia kembali berprestasi.

Arifin Panigoro lahir pada tahun 1945, tepat ketika pendudukan Jepang dan masa kacau sesaat setelah Indonesia merdeka. Ayahnya, Jusuf Panigoro, adalah pemilik sebuah toko di jalan Braga, Bandung. Sejak masih kecil, Arifin sudah menjadi kasir dan bendahara di toko ayahnya. Membantu mengelola toko di masa sulit membuat jiwa wirausaha beliau tumbuh, sekaligus menanamkan intuisi dan nyali bisnis secara alami. Tidak ingin jauh dari keluarga, beliau memilih berkuliah di Teknik Elektro ITB.

Jangan bayangkan Arifin Panigoro bisa mendadak menjadi bos di perusahaan sebesar Medco. Alumni ITB ini memulainya sangat kecil, hanya menjadi kontraktor instalasi listrik rumahan, sampai akhirnya menerima pekerjaan memasang pipa di tahun 80an. Titik balik beliau dan Medco terjadi pada tahun 1981. Proyek pemasangan pipa besar saat itu biasanya hanya akan dimenangkan oleh perusahaan asing. Arifin Panigoro berhasil meyakinkan salah satu perusahaan asing untuk bekerjasama dengan Medco dengan sistem bagi hasil. Puncaknya, pada proyek kilang Cilacap, Medco dikenalkan pemerintah dengan perusahaan dari Amerika. Medco belajar habis-habisan mengenai cara pemasangan pipa dari orang Amerika, sehingga mereka bisa mengerjakannya sendiri di masa depan.

Pada tahun 80an juga, Dirjen Migas waktu itu Pak Wiharso tersinggung dengan tanggapan salah satu perusahaan asing, sehingga untuk pertama kalinya Medco sebagai perusahaan Indonesia mendapatkan kepercayaan untuk melakukan pengeboran minyak tanpa pendampingan dari perusahaan asing. Arifin Panigoro yang “senang namun kelabakan” langsung berangkat ke Amerika untuk mencari alat-alat yang tepat. Penjual alat yang diperlukan di Amerika menolak uang muka 300 Ribu Dollar dan langsung meminta tunai 4 Juta Dollar.

Meskipun saat itu sedang sakit, Arifin Panigoro yang baru pulang dari Amerika langsung pergi menemui Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan lalu ke Pertamina. Akhirnya, pihak Pertamina mau memberikan rekomendasi sehingga Arifin Panigoro bisa mendapatkan pinjaman untuk membeli alat di Amerika. Namun, sampai sekarang, Arifin Panigoro terus mengingatkan bagi pengusaha yang dibantu oleh pemerintah tidak boleh manja, harus bisa terus memegang kepercayaan.

Dengan usaha yang semakin maju, tahun 1990 Medco berhasil mempunyai ladang minyak pertamanya di Tarakan dengan harga 13 Juta Dollar. Tarakan menyumbangkan 4 ribu barrel per hari hingga Medco mendapatkan keuntungan yang besar. Puncaknya, pada tahun 1995 Arifin Panigoro dan Medco berhasil memenangkan tender untuk membeli PT Stanvac Indonesia dari ExxonMobil. Stanvac Indonesia yang merupakan perusahaan minyak tertua di Indonesia tetap menjadi salah satu sumber minyak terbesar bagi Medco sampai saat ini, dengan 80 ribu barrel minyak per harinya.

Salah satu filosofi terbaik yang bisa kita pelajari dari Arifin Panigoro adalah cara pandang beliau terhadap kekayaan. Menurut beliau, kaya itu relatif. Arifin Panigoro tidak pernah menghitung apakah dirinya kaya atau tidak. Beliau merasa sangat kaya apabila sedang berada di sebuah konser music yang disukainya. Atau, sekedar mendengarkan alunan gamelan jawa setiap sebelum tidur, beliau sudah merasa sangat kaya.
Apa pandangan Sobat Studentpreneur terhadap kekayaan?


- Sumber: http://studentpreneur.co/seri-orang-terkaya-di-indonesia-2014-arifin-panigoro-peringkat-49


Seri Orang Terkaya di Indonesia 2014 – Trihatma Haliman (Peringkat 48)

Kalau mau sukses dalam bisnis, harus 4C: cincay, cengli, cuan, dan chemistry
Trihatma Haliman – Orang Terkaya di Indonesia nomor 48

Siapa yang tidak tahu Agung Podomoro Group? Tahun 2012-2013, sekitar 1/3 dari seluruh apartment di Indonesia dibangun oleh grup property tersebut. Trihatma Haliman, generasi kedua keluarga Haliman adalah orang dibalik kesuksesan Agung Podomoro Group. Seri orang terkaya di Indonesia 2014 kali ini akan membahas tentang Trihatma Haliman, pemimpin utama Agung Podomoro Group sekaligus orang terkaya di Indonesia nomor 48. Total kekayaan beliau mencapai 450 Juta Dollar atau setara dengan sekitar 5,4 Trilliun Rupiah. Trihatma Haliman yang kini berusia 61 tahun berbagi tentang prinsip bisnis dan kehidupannya untuk Sobat Studentpreneur.
Bakat ahli property beliau turun dari ayahnya, Anton Haliman yang membangun perumahan simprug dan Sunter Podomoro. Trihatma Haliman sempat berangkat ke Jerman untuk belajar pada tahun 1970-1973 sampai akhirnya dipanggil kembali ayahnya untuk membantu di Indonesia. Karena sudah berkecimpung di dunia property sejak muda, beliau belajar dengan cepat dan berhasil mengembangkan Agung Podomoro menjadi grup property besar ketika beliau sendiri yang memegangnya. Membangun 1/3 dari semua proyek apartment di Indonesia membuat penghasilan Agung Podomoro sangat besar. Tahun lalu, mereka berhasil menghasilkan 4,68 Trilliun Rupiah dengan keuntungan bersih 2,08 Trilliun Rupiah.
Salah satu titik balik hebat dari Agung Podomoro dalam kepemimpinan Trihatma Haliman adalah krisis ekonomi pada tahun 1998 dan 2008. Ketika pesaing property lain berguguran, beliau justru masih bisa membangun berbagai proyek property. Beliau mengaku rahasianya adalah tidak serakah. Ketika krisis terjadi pada tahun 1998 dan 2008, beliau tidak mau membangun di luar kapasitas ekonomi Agung Podomoro. Beliau sangat berhati-hati dan bahkan menghindari membangun dua proyek property besar secara bersamaan. Banyak perusahaan yang hancur karena meminjam uang bank tanpa memikirkan kekuatan ekonomi apabila proyek tersebut macet.
Trihatma Haliman juga tidak suka terlibat konflik. Beliau mempunyai prinsip living in harmony dan peaceful mind. Ketika banyak orang teriak-teriak mengajak rebut, beliau biasanya cuek, tapi tetap mencari teman yang mau mendukungnya. Beliau merasa apabila terlalu sering bertengkar, energy akan habis sia-sia. Tips bisnis lain menurut beliau adalah kita harus belajar dari kegagal menjadikannya pengalaman untuk maju ke depan. Sesuatu dibangun tidak pernah mudah dan cepat, termasuk Agung Podomoro. Belajar dari orang lain itu perlu, tapi tidak boleh sampai mengubah prinsip kita. Menghitung setiap resiko bisnis juga penting sebelum kita mengambil keputusan.
Trihatma Haliman tidak terlalu suka melihat statistik dan teori bisnis yang terlalu ribet. Beliau sangat mengandalkan common sense yang terbangun dari pengalaman puluhan tahunnya. Setiap keputusan harus diambil menggunakan common sense. Satu hal yang selalu beliau tekankan pada anak muda adalah disiplin. Beliau sadar bahwa anak muda, terutama di Indonesia, sering kali tidak disiplin. Contoh mudahnya adalah berapa banyak orang yang kalau janji selalu molor, dengan alasan “maklum, jam Indonesia”. Padahal, menurut beliau, disiplin termasuk salah satu faktor paling penting dalam bisnis.
Terakhir, Trihatma Haliman juga membagikan prinsip bisnisnya hingga bisa sukses seperti sekarang. Beliau mengemasnya menjadi 4C agar lebih mudah diingat dan dipraktekkan, yaitu cincay, cengli, cuan, dan chemistry. Cincay dalam bahasa pergaulan berarti enak sama enak dan mudah diajak bekerjasama. Kita harus menciptakan suasana enak sama enak atau win-win solution ke semua orang, pelanggan, partner kita, dan tidak pernah mempersulit mereka. Cengli artinya masuk akal, adil, jujur, dan bisa dipercaya. Seperti yang beliau sempat tekankan, dalam bisnis, semua soal common sense. Semua keputusan diambil dengan cengli sehingga bisa dipercaya orang lain. Cuan berarti untung, karena bisnis juga harus bisa memberikan keuntungan pada kita. Terakhir, chemistry artinya menjaga hubungan baik dengan semua orang yang punya hubungan dengan perusahaan.
Sobat Studentpreneur, sudahkah Anda mempraktekkan 4C dalam bisnis Anda?

-Sumber: http://studentpreneur.co/seri-orang-terkaya-di-indonesia-2014-trihatma-haliman-peringkat-48



Pebisnis Muda Terbaik 2013 Versi Studentpreneur

Buana Perkasa Putra
Baru berusia 24 tahun namun sudah memimpin SafeCare, salah satu brand aromateraphy minyak angin terbesar di Indonesia. Buana juga menjadi cover Majalah Studentpreneur Edisi Juni 2013. Baru-baru ini, SafeCare juga memenangkan penghargaan sebagai salah satu brand terbaik di social media versi Frontier dan Marketing. Tidak hanya berhenti dengan SafeCare, Buana juga sedang menyiapkan pabrik sambal di Malang. Tunggu saja tanggal mainnya!

Evita Nuh A.K.A Little Nuh
Little Nuh adalah entrepreneur termuda yang pernah diwawancarai oleh Studentpreneur. Saat diwawancarai pada Maret 2013, usianya masih 14 tahun. Terbaru, Evita Nuh mendapatkan kesempatan untuk memamerkan koleksi fashionnya di Jakarta Fashion Week, sebagai salah satu termuda yang pernah berpartisipasi dalam Jakarta Fashion Week. Little Nuh saat ini sedang mengembangkan brand barunya di bidang fashion tanpa meninggalkan sekolahnya sama sekali.

 Nicholas Kurniawan
Nicholas Kurniawan memulai bisnis ikan hias dari kaskus hingga akhirnya menjadi salah satu eksporter ikan hias terbesar di Indonesia. Acara talkshow ternama KickAndy di Metro TV pernah meliputnya. Terakhir, selain membayar kuliahnya sendiri, dia juga berhasil membeli sebuah mobil hasil kerja kerasnya. Kisahnya termasuk salah satu yang paling inspiratif di antara semua pebisnis muda yang memulai bisnisnya dari Kaskus.

Zach Sims
Salah satu diantara beberapa entrepreneur muda yang pernah diwawancarai oleh Studentpreneur. Zach kini memimpin Codecademy sebagai salah satu platform yang paling banyak digunakan untuk belajar coding di internet. Pengguna Codecademy sudah mencapai angka puluhan juta orang dan diperkirakan akan terus berkembang. Terakhir, Zach Sims juga mendapatkan penghargaan sebagai salah satu orang yang berusia dibawah 30 tahun dan paling berpengaruh di dunia teknologi.

Ahimsa Afrizal
Memulai bisnisnya di bidang kuliner, Ahimsa banting setir ke dunia teknologi. Dia adalah jendral kampus Studentpreneur di Unair Surabaya. Ahimsa menciptakan ICE, Indonesia City Explorer yang dengan beraninya menantang Waze dan Google. ICE mendapatkan berbagai penghargaan prestisius di bidang IT, dan bahkan menjadi finalis Inaicta dan Ideabox Indosat.
- Sumber: http://studentpreneur.co/pebisnis-muda-terbaik-2013